Pengertian, Fungsi dan Penerapan Iman Kepada Kitab Allah
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Iman Kepada Kitab Allah – Pengertian
iman kepada kitab-kitab Allah adalah mempercayai dan meyakini sepenuh
hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para nabi
atau rasul yang berisi wahyu Allah untuk disampaikan kepada seluruh umat
manusia. Ada 3 tingkatan dalam beriman kepada kitab Allah, yaitu :
Qotmil (membaca saja)
Tartil (membaca dan memahami)
Hafidz (membaca, memahami, mengamalkan dan menghafalkan.
Singkatnya kita sebagai umat Islam belum cukup beriman kepada
kitab-kitab Allah swt saja, tetapi harus senantiasa membaca, mempelajari
dan memahami isi kandungannya. Sehingga kita tahu aturan-aturan
dalamnya untuk selanjutnya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari
Pengertian Kitab dan Suhuf
Kitab yaitu kumpulan wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul
untuk diajarkan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Suhuf
yaitu wahyu Allah yang disampaikan kepada rasul, tetapi masih berupa
lembaran-lembaran yang terpisah.
Ada persamaan dan perbedaan antara kitab dan suhuf.
Persamaan : Kitab dan suhuf sama-sama wahyu dari Allah.
Perbedaan : Isi kitab lebih lengkap daripada isi suhuf, kitab dibukukan sedangkan suhuf tidak dibukukan.
Allah menyatakan bahwa orang mukmin harus meyakini adanya kitab-kitab
suci yang turun sebelum Al Qur’an seperti disebutkan dalam firman Allah
:
QS. An-Nisa ayat 136
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman
kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada
rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya”. (QS An Nisa : 136)
Selain menurunkan kitab suci, Allah juga menurunkan suhuf yang berupa
lembaran-lembaran yang telah diturunkan kepada para nabi seperti Nabi
Ibrahim a.s dan nabi Musa a.s. Firman Allah SWT .
Kitab-kitab Allah berfungsi untuk menuntun manusia dalam meyakini
Allah SWT dan apa yang telah diturunkan kepada rasul-rasul-Nya
sebagaimana digambarkan dalam firman Allah SWT berikut.
Kitab-Kitab Allah
1. Kitab Taurat
Kitab ini diturunkan kepada Nabi Musa as sebagai pedoman dan petunjuk
bagi Bani Israel. Sesuai firman Allah swt yang artinya: “Dan Kami
berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu
petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): “Janganlah kamu mengambil
penolong selain Aku” (QS. Al-Isra’ [17]: 2)
Adapun isi kandungan kitab Taurat meliputi hal-hal berikut :
Kewajiban meyakini keesaan Allah
Larangan menyembah berhala
Larangan menyebut nama Allah dengan sia-sia
Supaya mensucikan hari sabtu (sabat)
Menghormati kedua orang tua
Larangan membunuh sesama manusia tanpa alasan yang benar
Larangan berbuat zina
Larangan mencuri
Larangan menjadi saksi palsu
Larangan mengambil hak orang lain
2. Kitab Zabur
Kitab ini diturunkan kepada Nabi Daud as sebagai pedoman dan petunjuk bagi umatnya. Firman Allah
QS. Al Isra Ayat 55
Artinya: “Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS. Al-Isra’ [17]: 55)
Kitab Zabur (Mazmur) berisi kumpulan nyanyian dan pujian kepada Allah
atas segala nikmat yang telah dikaruniakan-Nya. Selain itu berisi
zikir, doa, nasihat, dan kata-kata hikmah. Menurut orang-orang Yahudi
dan Nasrani, kitab Zabur sekarang ada pada Perjanjian Lama yang terdiri
atas 150 pasal.
3. Kitab Injil
Kitab ini diturunkan kepada Nabi Isa as sebagai petunjuk dan tuntunan bagi Bani Israel. Allah swt berfirman
QS. Al Maidah 46
Artinya: “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi Nabi Bani Israil)
dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, Yaitu:
Taurat. dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang
didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan
membenarkan kitab yang sebelumnya, Yaitu kitab Taurat. dan menjadi
petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah [5]: 46
Kitab Injil memuat beberapa ajaran pokok, antara lain:
Perintah agar kembali kepada tauhid yang murni
Ajaran yang menyempurnakan kitab Taurat
Ajaran agar hidup sederhana dan menjauhi sifat tamak (rakus)
Pembenaran terhadap kitab-kitab yang datang sebelumnya
4. Kitab al-Qur’an
Kitab suci al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk
dijadikan petunjuk dan pedoman bagi seluruh umat manusia, bukan hanya
untuk bangsa Arab. Sebagaimana firman Allah
QS. Al Furqan Ayat 1
Artinya: “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al
Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan
kepada seluruh alam.” (QS. Al-Furqan [25]: 1)
Secara keseluruhan, isi al-Qur’an meliputi hal-hal berikut:
Pembahasan mengenai prinsip-prinsip akidah (keimanan)
Pembahasan yang mengangkat prinsip-prinsip ibadah
Pembahasan yang berkenaan dengan prinsip-prinsip syariat
Kedudukan-kedudukan al-Qur’an antara lain:
Sebagai wahyu Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw
Sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw
Sebagai pedoman hidup manusia agar tercapai kebahagiaan di dunia dan akhirat
Sebagai sumber dari segala sumber hukum Islam
Fungsi Iman kepada Kitab-kitab Allah
Untuk meningkatkan kualitas kehidupan pribadi
Untuk membangun kehidupan bermasyarakat
Untuk menjalin kerukunan dalam hidup berbangsa dan bernegara
Hikmah Iman kepada Kitab-kitab Allah
Meningkatkan keimanan kepada Allah swt yang telah mengutus para rasul untuk menyampaikan risalahnya.
Hidup manusia menjadi tertata karena adanya hukum yang bersumber pada kitab suci
Termotivasi untuk beribadah dan menjalankan kewajiban-kewajiban agama, seperti yang tertuang dalam kitab suci
Menumbuhkan sikap optimis karena telah dikaruniai pedoman hidup dari
Allah untuk meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat
Terjaga ketakwaannya dengan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya
Penerapan Iman terhadap Kitab-kitab Suci
1. Ada banyak cara untuk beriman terhadap kita-kitab suci Allah, diantaranya :
Meyakini kebenaran yang terkandung dalam kitab-kitab Allah
Meyakini bahwa kitab-kitab itu benar-benar wahyu Allah bukan karangan para nabi dan rasul
2. Beriman kepada al-Qur’an. Caranya adalah :
Meyakini bahwa al-Qur’an benar-benar wahyu Allah, bukan karangan Nabi Muhammad saw
Meyakini bahwa isi al-Qur’an dijamin kebenarannya, tanpa ada keraguan sedikit pun
Mempelajari, memahami, dan menghayati isi kandungan al-Qur’an
Mengamalkan ajaran al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari
Masih berkatitan dengan isi artikel diatas, Cara
tersebut bisa dilakukan di masjid, mushola ataupun pondok. Tak lupa juga di
masjid, mushola, dan pondok tersedia karpet masjid sebagai alat sholat. Jika masjid anda belum
tercukupi untuk karpet masjidnya. Kami siap membantu anda untuk mendapatkannya.
Karena kami menjual produk Karpet Masjid di Surabaya dengan haban berkualita dan
harganya terjangkau. Apabila anda ingin mengetahui lebih dari produk kami,
silahkan kunjungi web kami di www.aladdinkarpet.com
Komentar
Posting Komentar